Ujung kapur menggores permukaan jalan paving di depan rumah kami. Sret sret. Tangan mungilnya menari. Sigap, tegas, tanpa keraguan. Bosan dengan warna merah, ia mengambil kapur hijau dari kotak karton berbentuk bujur sangkar.

Sret!

Beberapa garis lengkung yang panjang tercipta. Meliuk. Melintang. Melingkar.

Sret sret!

Garis lengkung-lengkung kecil tertoreh. Berjejer. Berdempetan. Bertumpukan.

“Naganya sudah jadi!” pekiknya riang. Matanya berbinar terang. “Princess melawan Naga!”

Ia berdiri setelah aksi jongkok, merunduk, bahkan tengkurap di paving demi melakukan hal yang sangat ia suka: menggambar.

Dengan raut bangga, matanya menyusuri si naga kapur di sepanjang paving. Ia kibas kedua telapak tangan mungilnya untuk membersihkan remah kapur, lalu bersedekap. Siapa yang melihat akan sependapat, betapa ia sangat berhasrat untuk menggambar.

Cahaya bulan purnama, liukan naga kapur di paving, dan gestur gadis mungil usia dua tahun yang berbangga hati, terekam jelas dalam ingatan. Hingga kini, 12 tahun kemudian, gadis kecil itu telah mengajarkan saya untuk melakukan sesuatu sesuai hasrat dan terus menjaga nyala semangat.

Memilih ‘Senjata’ yang Tepat

Gadis kecil pengendali kapur tadi telah tumbuh meremaja di era digital. Ia hidup pada masa teknologi mengalami kemajuan luar biasa. Banyak sekali produk termutakhir untuk mendukung bakat seninya. Ia telah mencoba banyak media sebelumnya. Setelah bereksplorasi dengan kapur dan paving, tembok, kertas, dan spidol adalah favoritnya selama beberapa tahun berselang. Pensil, aneka cat warna, kanvas dan beragam jenis kertas pernah ia coba, sampai hatinya tertambat pada ragam cara menggambar digital.

Generasi milenial sepertinya memang dianugerahi kecerdasan teknologi yang tinggi. Tanpa mentor pun ia bisa belajar sendiri menggunakan aplikasi menggambar di gawainya. Sebelum mengenal pena digital, ia menggunakan jari untuk menggores garis di layar gawai. Kadang, ia belajar dengan menonton video tutorial di YouTube, atau TikTok. Sebagai Ibu, saya mendukung bakat dan kemampuannya sepenuh hati. Salah satu caranya tentu saja dengan menyediakan alat yang mumpuni.

Beberapa tipe gawai dan pen tablet kemudian singgah untuk menjadi ‘alat tempur’nya. Ia cepat beradaptasi, sebenarnya. Selain menggambar untuk iseng-iseng, ia kadang menguji kemampuannya dengan mengikuti lomba komik. Yup, ia bercita-cita menjadi komikus.

Cuplikan komik karya Vlea yang menjadi juara 1 Lomba Komik Bersuara Cerdas Berkarakter – Kemdikbud RI (2020).

Ibu mana sih, yang tidak terpantik untuk terus mengakomodir bakat anaknya? Meski termasuk kaum gaptek, untuk anak, tetap saya dong, yang paling rempong mencari alat tempur teryahud. Melihat anak menggambar di gawai, yang diameternya tidak lebih lebar dari tangan, rasanya kok kurang memadai. Ia harus sering-sering menggeser layar untuk menyatukan garis agar membentuk gambar yang ia inginkan. Saya bayangkan, pasti lebih mudah jika menggambar di layar lebar. Minimal, selebar kertas. Jadi, gambaran utuh bisa tertangkap mata meski ia sedang mengerjakan bagian gambar tertentu.

Keinginan untuk menyediakan alat yang optimal bagi si seniman remaja adalah resolusi 2021 saya. Sebab, ada perasaan haru, bangga, dan bahagia saat bisa ikut andil bagi perkembangan proses kreatifnya. Dan ah, tentu saja, kami akan berkolaborasi membuat buku cerita bergambar.

Saya tahu, sekarang sudah banyak laptop yang kompatibel untuk media menggambar. Tapi saya harus jeli dan memberi yang terbaik, bukan? Lalu, saya mendapat info tentang produk terbaru yang dikeluarkan ASUS tanggal 23 Februari lalu dalam acara peluncuran yang berjudul Built Your Brilliant. Duh, baru lihat foto produknya di flyer saja, saya sudah jatuh cinta.

Ini dia produk yang saya maksud. Asus Zenbook Flip S (UX371). Cakep banget, kan!

“Komputer masa kini memiliki tampilan berbeda karena memang berbeda. Dengan solid-state drive (SSD) dan teknologi terkini, Anda mendapatkan kecepatan, keamanan, ketahanan, dan desain yang cantik. Kami telah melakukan jejak pendapat, dan hasilnya, orang-orang lebih senang saat bepergian dengan PC modern.”

“PC modern juga dilengkapi dengan pena digital yang memiliki banyak manfaat. Sentuhan khas tercipta saat Anda membuat sketsa atau coretan pada dokumen dengan pena digital. Penelitian juga menemukan adanya peningkatan kinerja hingga 38% pada pelajar Ketika mereka menggunakan pena digital untuk mengerjakan soal-soal sains. Tidak semua ide berupa kalimat, kini saatnya untuk tuangkan inspirasi segera dalam sketsa dan coretan digital atau coretan pena digital di PC modern.”

Ah baiklah. Tidak hanya cakep ternyata, tapi banyak sekali keunggulannya. Yang terpenting, ada pena digital. Cocok banget digunakan sebagai ‘senjata’ untuk mengasah kemampuan menggambar.

Saya harus mengulik dulu keunggulan Asus Zen Book untuk memantapkan hati bahwa pilihan saya benar-benar tepat.

Layar Impian Pekerja Kreatif

Asus Zenbook Flip S (UX371) adalah salah satu laptop dengan kualitas layar terbaik karena menggunakan panel OLED beresolusi 4K UHD, yang akan memberikan kualitas visual terbaik, sekaligus aman bagi mata. Sebab, teknologi layar khusus tersebut mampu mengurangi gelombang biru serta efek flickering yang merupakan penyebab utama gangguan mata. Nah, ini penting banget, nih. Sistem belajar daring di masa pandemi ini membuat anak saya lebih sering menatap layar gawai. Belum lagi cara refreshing-nya yang lagi-lagi, membuatnya harus bersinggungan dengan gawai. Kalau suntuk dengan pelajaran sekolah, tangannya sibuk menggambar digital, atau bermain game free fire dan minecraft. Saya khawatir kesehatan matanya terganggu. Kalau menggunakan Asus Zenbook Flip S (UX371), risiko tersebut bisa diminimalisir.

Laptop layar sentuh ini memiliki color coverage 100% pada color range DCI-P3 dan telah bersertifikat PANTONE Validate. Hm, meski otak awam saya tidak terlalu mengerti apa maksudnya, tapi sudah terbayang kalau Asus seri ini sangat cocok untuk para pekerja kreatif. Saya ingat, pernah membaca status seorang ilustrator di Facebook, yang bingung karena ada perbedaan warna saat ia memindah gambarnya dari ponsel ke laptop. Belum lagi risiko perbedaan warna setelah dicetak. Sudah berpikir keras memadu tone warna, eh pas dicetak hasilnya meleset dari keinginan. Kan kesel!

Konon, hanya panel OLED yang mampu mereproduksi warna hitam sesungguhnya, dan memberi kontras warna yang lebih baik. Akurasi warna dari Zenbook Flip S (UX371) saya yakin adalah impian para insan kreatif visual. Apalagi, panel OLED pada laptop ini mendukung fitur HDR yang tersertifikasi oleh VESA. Dengan fitur HDR, dinamic range lebih luas, memungkinkan detil gambar tampil lebih baik.

Keunggulan pada layar ternyata tidak hanya itu. Sebagai laptop convertible, layar Asus Zenbook Flip S (UX371) dapat diputar 360 derajat. Artinya, laptop ini bisa digunakan sebagai tablet. Untuk menggambar, tentu terasa lebih nyaman.

bisa dilipat 360 derajat, dilengkapi stylus khusus

Tidak afdol jika kanvas digital tak dilengkapi dengan stylus pen. Stylus khusus bawaan dari Asus Zenbook Flip S (UX371) ini mempunyai 4096 pressure level dengan dukungan Windows Ink. Seperti halnya sabak dan kapur, kertas dan pulpen, atau kanvas dan kuas, mereka bagai mimi lan mintuno dalam cerita Jawa. Pasangan yang tak terpisahkan.

Terbayang, ujung stylus itu menari di permukaan layar, meliukkan garis lengkung, membentuk naga dan sang putri. Lalu dipulas warna-warni, hingga seolah bernyawa.

Wow, baru sampai sini saja, rasanya saya sudah ingin memboyong Asus Zenbook Flip S (UX371) ke rumah, untuk saya hadiahkan pada gadis remaja kesayangan. Bagaimana tidak, baru spesifikasi layar saja Asus seri ini sudah cocok sekali dijadikan ‘senjata’ para ilustrator/komikus digital.

Tapi baiklah, tahan dulu. Harus lihat keunggulan lainnya dong. Siapa tahu cocok untuk saya juga, kan bisa pinjam kalau perlu 🙂

Tipis, Modis, dan Dinamis

‘S’ pada Asus Zenbook Flip S (UX371) ini ternyata mengandung makna. Slim and Sophisticated.

Dengan ketebalan 11,9 mm dan berat 2,1 kg, Asus Zenbook Flip S (UX371) tentu mudah untuk ditenteng ke mana-mana. Cocok untuk kaum muda dan remaja belia yang dinamis. Bekerja dan bekarya tidak lagi terbatas ruang dan tempat. Desainnya yang mewah membuat percaya diri makin meningkat. Berwarna jade black yang begitu elegan, dengan tepian diamond-cut berwarna merah tembaga, masih dihias dengan aksen finishing brushed alumunium di sepanjang tepi keyboard. Andaikan ia busana, bekerja dengan Asus Zenbook Flip S (UX371) di tempat umum jelas meningkatkan kadar percaya diri. Jangan heran kalau nanti banyak yang melirik karena terpesona.

Eh, body tipis bukan berarti ringkih, lho!

Satu lagi kehebatan dari Asus Zenbook Flip S (UX731) ada pada perangkat penyimpanan Solid State Drive (SSD). Jadi SSD ini berupa rakitan sirkuit yang berfungsi untuk menyimpan data-data. Dengan kapasitas memori 16GB LPDDR4X dan storage 1TB M.2 NVMe™ PCIe® 3.0 SSD, kecepatannya dalam membaca dan menyimpan data tidak diragukan lagi. Didukung asupan tenaga dari prosesor 11th Gen Intel Core, wuss … bekerja gak bakal sering-sering diselingi bengong karena alat kerja yang lemot.

Ada dua hal lagi yang menjadi fokus utama penilaian saya saat memilih laptop. Durasi aktif baterai, dan teknologi konektivitasnya. Dua hal tersebut menjadi faktor penting agar pekerjaan bisa dilakukan saat kita tidak bertemu colokan. Apa lagi jika anak saya yang menggunakannya kelak, saat pandemi berakhir dan kegiatan berangsur normal. Tidak seperti saya yang lebih sering bekerja di rumah, anak saya harus membagi waktunya dengan kegiatan lain di luar rumah seperti sekolah dan mengikuti klub tertentu. Jika ada jadwal yang berdekatan, biasanya ia tidak pulang dulu ke rumah. Nah, selang waktu itu bisa diisi dengan mengutak-atik karya, dong!

Ternyata daya tahan bateri laptop ini berdurasi 9 jam 52 menit. Ibaratnya naik kereta dari Yogya ke Jakarta, sepanjang perjalanan kita bisa ngoprek kerjaan walau charger ketinggalan.

Teknologi konektivitas juga menjadi penting untuk mendukung komunikasi, juga sebagai alat untuk upgrade pengetahuan yang mendukung karya, sekaligus sebagai media untuk memamerkan karya di dunia maya. Dengan fitur WiFi Smart Connect, laptop ini bisa mendeteksi sinyal WiFi yang paling optimal yang bisa ditangkap. Secara otomatis, fitur ini dapat menghubungkan laptop dengan sumber sinyal (router) sehingga kita akan mendapat konektivitas terbaik meski sudah berpindah tempat. Mantap!

Sepertinya, saya tak perlu berpikir terlalu panjang untuk menjatuhkan pilihan walau masih banyaaak lagi kelebihan laptop keren ini. Mulai dari fitur numberpad, keyboard dengan desain edge to edge, memakai sistem pendingin untuk menjaga suhu stabil di kisaran 65 derajat celcius, sampai fitur backlite. Jadi, nggak masalah kalau mau kerja di dalam gelap karena ada backlite. Ya, kali saja sedang menulis atau mengilustrasi cerita horor dan perlu mematikan lampu agar aura seramnya lebih terasa, hehe.

Spesifikasi utama Asus Zenbook Flip S (UX371) bisa dicermati pada tabel di bawah ini:

Main Spec.ASUS ZenBook Flip S (UX371)
CPUIntel® Core™ i7-1165G7 Processor 2.8 GHz (12M Cache, up to 4.7 GHz)
Operating SystemWindows 10 Home with Office Home & Student 2019 pre-installed
Memory16GB LPDDR4X
Storage1TB M.2 NVMe™ PCIe® 3.0 SSD
Display13.3″ (16:9) OLED 4K UHD (3840 x 2160), 400 nits, 100% DCI-P3, 133% sRGB, NanoEdge Display, Touchscreen, PANTONE® Validated display, TÜV Rheinland eye-care certified display
GraphicsIntel® Iris® Xᵉ Graphics
Input/Output1x HDMI 1.4, 1x USB 3.2 Gen 1 Type-A, 2x Thunderbolt™ 4 USB Type-C supports display and power delivery
CameraHD camera with IR function to support Windows Hello
ConnectivityIntel Wi-Fi 6(Gig+)(802.11ax)+Bluetooth 5.0 (Dual band) 2*2
AudioSonicMaster, Smart Amp Technology, Built-in array microphone, harman/kardon certified
Battery67WHrs, 4S1P, 4-cell Li-ion
Dimension 30.50 x 21.10 x 1.19 ~ 1.39 cm
Weight1.20 kg
ColorsJade Black
PriceRp24.999.000
Warranty2 tahun garansi global

Resolusi 2021

Saya bisa membayangkan, bagaimana jadinya jika tangan kreatif anak saya dan Asus Zenbook Flip S (UX371) ini bersatu. Aneka naga, barisan putri pemberani, alam raya, percampuran warna, dan beragam karya akan tercipta berkat persentuhan ujung stylus pen dan layar laptop. Mereka, tokoh-tokoh dan segala perwujudan imajinasi yang menjelma gambar digital tersebut akan bersarang dengan aman dan nyaman di dalam Asus Zenbook Flip S (UX371), sambil menunggu waktu yang tepat untuk dikabarkan pada dunia.

Dengan senjata yang tepat, saya yakin aneka bentuk kreativitas akan terasah dengan optimal dan bisa menjadi bekal untuk menaklukkan dunia.

Jadi sekali lagi, apa resolusi saya tahun 2021?

Tentu saja, menghadiahi perangkap naga untuk anak saya 😉 *Clink

“Artikel ini diikutsertakan dalam Asus ZenBook Flip S (UX371) Blog Writing Competition bersama deddyhuang.com