Bisa tebak tidak, produk apa yang selalu tersedia di rumah seumur hidup saya? Tidak selalu saya pakai, sih. Namun ia selalu ada sewaktu-waktu dibutuhkan. Bukan hanya di rumah, di kotak P3K mobil pun tersedia. Ya, betadine jawabnya. Lebih tepatnya, betadine antiseptic solution.

Saya ingat benar, waktu lutut saya bonyok karena terjatuh. Atau, ketika jari saya tergores silet saat mengerjakan tugas prakarya. Betadine adalah obat yang pertama kali dioles pada luka saya. Tentu saja tercipta drama. Tahu kan, bagaimana rasanya luka saat terkena antiseptik. Yup, periih! Mulut jejeritan, mata merem, badan rasanya merinding, haha. Padahal sih, cuma lecet sedikit. Saya memang lebay sedari kecil :))

Betadine Wound Care, Pertolongan Pertama Pada Luka

“Bundaaa!”

Saya yang sedang rebahan santai sambil menonton serial This is Us terkesiap mendengar teriakan El. Tangisan El menyusul. Heran, padahal barusan itu anak melompat-lompat sambil tertawa riang bermain dengan kucing-kucing kami.

El mendatangi saya, berurai air mata sambil meratap. “Berdaraaah … berdaraaah, sakiiit!”

Ia menunjukkan ibu jarinya. Ada luka kecil di situ. Katanya terkena besi di tepi pintu.

“Ok, Bunda ambil batadine!”

Bergegas, saya mengambil betadine lalu bersiap meneteskankan di lukanya. Tapi El menarik jarinya sambil menjerit. “Nggak mauu … periiih!”

“Nggak apa-apa, biar cepet kering lukanya.

“Sakit … sakiiit ….”

Betadine sebagai pertolongan pertama pada luka.

Hadeuh, nggak disangka, sekarang saya juga mengalami saat-saat drama bersama betadine dengan anak saya. Itu artinya, sudah puluhan tahun saya bersahabat dengan betadine. Bukan tidak mungkin, betadine akan menjadi wound care andalan untuk cucu-cucu saya kelak. Nah El, besok gantian kamu yang ngalami hal seperti ini. Lukanya sih kecil, dramanya aja yang gede!

Memangnya, apa sih istimewanya betadine, sampai keluarga kami tak bisa pindah ke lain hati?

Saya ingat, zaman kecil ada yang namanya obat merah. Warnanya merah, bentuknya cair. Encer banget. Penyebutan obat merah sangat populer, sampai-sampai orang abai pada nama-nama mereknya. Obat merah pada pada waktu itu menjadi obat luka sejuta umat.

Tidak banyak orang tahu, obat merah mengandung mercurochrome (merkuri dan krom), yang membuat luka cepat mengering. Sayangnya, mercurochrome bersifat toksik pada otak. Oleh karena itu, pada tahun 1998, FDA (Food and Drugs Administration) US melarang penggunaan obat merah. Di Indonesia sendiri, saya tidak ingat, apakah pernah ada pelarangan penggunaan obat merah. Yang pasti, keberadaan obat merah memang sedikit demi sedikit tergeser. Siapa lagi produk yang mampu menggeser status quo obat merah kalo bukan betadine.

Keluarga saya sudah menggunakan betadine saat obat merah masih berjaya. Betadine zaman itu bisa dibilang sebagai elitnya obat merah. Betadine antiseptic solution tepatnya. Harganya lebih mahal, lebih kental, dan tentu saja lebih ampuh. Setelah saya mengetahui tentang kandungan mercurochrome pada obat merah, tentu bisa kita pastikan kalau betadine jelas lebih aman!

BETADINE® Antiseptic Solution

Betadine antiseptic solution mengandung povidone-lodine 10% w/v. Nah, ini dia kelebihan betadine:

  1. Membunuh kuman penyebab infeksi. Betadine mempunyai spektrum yang luas terhadap kuman penyebab infeksi. Jadi, bisa digunakan terhadap bermacam infeksi oleh aneka macam kuman.
  2. Bekerja cepat membunuh kuman penyebab infeksi.
  3. Warna golden brown pada betadine adalah warna alami dari kandungannya. Yup, warna tersebut menunjukkan adanya lodine yang berperan sebagai agen antimikroba.

Dengan kelebihan-kelebihan tersebut, tidak heran kalau betadine dipercaya oleh masyarakat dan tenaga kesehatan selama lebih dari 50 tahun!

Aneka Produk Wound Care Betadine

Ternyata, wound care betadine tidak hanya betadine antiseptic solution yang sudah familier puluhan tahun itu, lho. Ada beberapa produk lainnya. Mau tahu?

1. Betadine Antiseptic Solution Stick

BETADINE® Antiseptic Solution Stick

Betadine antiseptic solution stick, juga merupakan produk untuk membunuh kuman pada luka akibat tergores, terpotong, terkelupas, atau terkoyak. Dengan bentuk stick, produk ini lebih praktis dibawa ke mana-mana tanpa khawatir isinya berceceran. Tentu saja, lebih higienis, juga modern.

2. Betadine Antiseptic Ointment

Kalau produk yang satu ini bentuknya salep. Betadine antiseptic ointment efektif untuk membunuh kuman pada luka bakar, lecet, luka sunat, dan luka-luka kecil lainnya.

3. Betadine Plaster

Sebagai pelengkap perawatan pada luka, betadine juga punya produk plaster, lho!

Ada tiga jenis plaster, dengan kemasan yang lucu-lucu. Ketiganya kedap air, steril, mencegah infeksi pada luka, dan tidak melekat pada luka. Yang membedakannya adalah, pada desainnya. Plaster elastic fabric merupakan plaster klasik dan elastik, berwarna coklat polos. Sementara palster waterproof transparent tembus pandang. Jadi, bagi yang tidak ingin penampilannya terganggu, plaster jenis ini bisa menjadi pilihan. Untuk plaster junior, jelas didisain dengan gambar yang lucu dan menyenangkan bagi anak.

Habis jejeritan, terbitlah senyum 🙂

Selain wound care, ternyata betadine juga mempunyai aneka macam produk dengan golongan fungsi tertentu, seperti feminine care, urti, dan lainnya. Kunjungi https://betadine.co.id/ ya, untuk tahu produk betadine secara lengkap. Di website tersebut, kamu juga akan mendapatkan aneka informasi menarik tentang betadine, yang mungkin tidak pernah kamu bayangkan sebelumnya. Seperti info ini, nih: Betadine adalah antiseptik yang dipilih oleh NASA untuk membersihkan Apollo 11 dari material angkasa dan bakteri pada saat kembali ke bumi pada tahun 1969.

Wow … Apollo 11 pernah mandi betadine! *clink